Berapapun usia kita, tubuh manusia rentan terhadap berbagai penyakit. Karenanya, tubuh perlu perawatan tepat agar tidak cepat diserang penyakit. Daripada bertanya-tanya manfaat usai mengonsumsi suplemen, sudah saatnya Anda cerdas memilih makanan sehat.
Makanan alami bisa membantu Anda memelihara kesehatan dan menyembuhkan tubuh dengan cara yang benar-benar aman. Carefair melansir beberapa penyakit mengkhawatirkan yang bisa Anda sembuhkan dengan makanan sehat.
Penyakit katarak
Tahukah Anda bahwa ketika Anda mengonsumsi vitamin E dalam asupan makanan—bukan dalam bentuk suplemen—ini bisa membantu Anda jauh dari penyakit katarak. Resep di bawah ini bisa memenuhi kebutuhan harian Anda karena kaya kandungan vitamin E, serat, vitamin B, khususnya B2, dan juga niasin (B3). Solusinya adalah sereal kacang.
Anda cukup mencampurkan beberapa bahan berikut ke dalam mangkuk besar, yaitu ½ cangkir kacang almond mentah, 4 cangkir gandum sereal, dan ¼ cangkir minyak biji bunga matahari. Setelah tercampur merata, Anda bisa membaginya menjadi enam bagian ke dalam kantong plastik kecil, dan setiap kali butuh camilan, Anda tinggal menyantapnya.
Penyakit Insomnia
Bila tidak bisa tidur, Anda perlu sesuatu yang bisa menenangkan pikiran. Mangga, pisang, dan ricotta cheese rendah lemak merupakan jawabannya. Dalam resep berikut terkandung tryptophan dan karbohidrat.
Tryptophan adalah jenis asam amino yang mendorong produksi serotonin pada otak. Serotonin dikenal berfungsi menciptakan perasaan tenang, mengantuk, dan rileks. Menambahkan karbohidrat dalam makanan membantu memindahkan asam amino lebih cepat ke otak agar hasil yang Anda inginkan lebih cepat.
Caranya, ambil satu mangga matang, kupas, kemudian potong dadu, tambahkan 2 sendok makan gula pasir, 2 sendok makan ricotta cheese, dan ½ sendok teh mint. Blender campuran tersebut sampai halus. Berikutnya, sebagai pemanis, tambahkan bagian atas minuman dengan potongan pisang, mangga, dan daun mint. Kini minuman sehat siap Anda konsumsi.
BIBIR pecah-pecah, kedengarannya merupakan masalah sederhana. Tapi, jika sudah pernah merasakannya, Anda pastinya sudah tahu kalau masalah ini bisa menyebabkan iritasi dan menimbulkan rasa sakit, terutama saat makan. Bibir pecah-pecah ini juga bisa mengalami peradangan dan menimbulkan luka goresan. Jika tidak ditangani dengan benar malah bisa memicu retakan dan perdarahan pada bibir. Hal ini tentunya akan sangat mengganggu aktivitas Anda. Tetapi, masalah ini bisa dicegah dan jika sudah mengalaminya, Anda juga bisa melakukan berbagai cara untuk menghentikannya. Berikut beberapa tip yang bisa menjadi panduan Anda dalam mencegah dan mengatasi masalah bibir pecah-pecah.
Pencegahan
Saat bibir mulai mengering, biasanya hal pertama yang mungkin Anda lakukan adalah berusaha melembabkannya dengan cara menjilatnya. Hal ini akan meredakan masalah bibir kering untuk sementara waktu. tapi, begitu ludah mengering, bibir Anda bahkan akan lebih kering dari sebelumnya. Penyebabnya, menjilat bibir akan menghilangkan minyak pelindung alami bibir Anda. Selain itu, zat kimia di ludah yang berfungsi mencerna makanan malah akan berusaha "mencerna" bibir. Karena itu, salah satu cara mencegah bibir kering jadi pecah-pecah adalah dengan berusaha tidak menjilatnya.
Ada baiknya menjaga kelembaban tubuh sepanjang hari dengan memperbanyak minum air. Selain itu, saat berada di luar ruangan, jangan lupa melindungi kulit bibir Anda dengan lip balm yang mengandung sunscreen bagi bibir sensitif Anda. Jika Anda perokok, maka berhentilah. Merokok akan mengeringkan minyak bibir dan meninggalkan bibir dalam keadaan kering sehingga mudah pecah-pecah.
Penanganan
Jika segala upaya pencegahan gagal dan bibir Anda tetap pecah-pecah dan berdarah, segeralah melakukan pengobatan. Cara pertama, pilihlah lip balm yang didisain khusus untuk bibir pecah-pecah. Hal ini berfungsi mencegah penambahan bjbir pecah-pecah. Dan untuk mengangkat sel-sel kulit kering dari bibir, oleskan vaseline dalam jumlah kecil ke sikat gigi (yang masih baru dan hanya sekali pakai) kemudian gosokkan secara perlahan ke area yang mengering di bibir. Hal ini akan mengangkat semua sel-sel kulit mati dan kulit kering dari bibir Anda. Akan tetapi, hindari hal ini jika bibir dalam keadaan berdarah. Jika bibir meradang, oleskan krim hydrocortisone untuk mengurangi peradangan.
Selain itu, pastikan menjaga kelembaban tubuh dengan memperbanyak minum air dan menghindari minuman yang berkafein setiap harinya. Dan jika ruangan Anda terasa kering dan panas, hidupkan pelembab ruangan untuk menjaga kelembaban udara. Udara kering juga bisa memperburuk kondisi bibir Anda.
Anda bisa juga mengatasi bibir pecah-pecah dengan mengoleskan sedikit mentega ke bibir. Cara ini bisa menjaga kelembutan bibir dan membantu menyembuhkan retakan.
Ambillah beberapa kelopak bunga mawar, selanjutnya rendam dalam susu segar selama beberapa jam. Hasil rendaman selanjutnya dioleskan ke bibir. Cara ini tidak hanya akan mengatasi kekeringan tetapi juga mencegah hilangnya warna pink di bibir.
Oleskan susu krim pada bibir. Ini bisa membantu mengangkat kulit kering yang mati dan melembutkan bibir.
Atau gosokkan potongan mentimun ke bibir. Cara ini bisa membantu mengatasi bibir kering dan pecah-pecah.
Anda juga bisa menggunakan gel lidah buaya untuk menghentikan bibir pecah-pecah.
Pastikan juga kalau tubuh Anda tidak kekurangan vitamin B, besi atau asam lemak esensial lainnya. kekurangn zat ini bisa memicu bibir pecah-pecah. Jadi, ada baiknya menggunakan multivitamin setelah berkonsultasi dengan dokter.
Banyak perempuan yang mengalami nyeri sebelum menstruasi atau haid. Ada yang pusing, mual, pegal-pegal, sakit perut, bahkan ada yang sampai pingsan. Sakit perut yang dirasakan sebenarnya disebabkan oleh kontraksi rahim untuk mengeluarkan endometrium yang juga dipengaruhi oleh hormon prostaglandin. Kita juga merasa tidak enak karena hormon estrogen dan progesteron mengalami kekacauan keseimbangan menjelang menstruasi. Jika sakitnya masih bisa ditahan, itu masih bisa disebut normal. Namun jika sampai pingsan atau sakit yang luar biasa, hingga sampai mengganggu aktivitas kita, itu patut dicurigai dan harus segera periksa ke dokter.
Gangguan dan kelainan menstruasi sebenarnya ada bermacam-macam, yaitu:
Nyeri haid (dismenorrhoe)
Pada saat menstruasi, perempuan kadang mengalami nyeri. Sifat dan tingkat rasa nyeri bervariasi, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Untuk yang berat, lazim disebut dismenorrhoe. Keadaan nyeri yang hebat itu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Nyeri haid ada dua macam :
Nyeri Haid Primer.
Timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu, tepatnya setelah stabilnya hormon tubuh atau perubahan posisi rahim setelah menikah dan melahirkan. Nyeri haid itu normal, namun dapat berlebihan jika dipengaruhi oleh faktor psikis dan fisik, dan seperti stres, shock, penyempitan pembuluh darah, penyakit yang menahun, kurang darah, dan kondisi tubuh yang menurun. Gejala tersebut tidak membahayakan kesehatan.
Nyeri Haid sekunder.
Biasanya baru muncul kemudian, yaitu jika ada penyakit atau kelainan yang menetap seperti infeksi rahim, kista atau polip, tumor sekitar kandungan, kelainan kedudukan rahim yang mengganggu organ dan jaringan di sekitarnya.
Pre menstruasi syndrome
PMS (pre menstruasi syndrome) atau gejala pre-menstruasi, dapat menyertai sebelum atau saat menstruasi, seperti:
Perasaan malas bergerak, badan menjadi lemas, serta mudah merasa lelah.
Nafsu makan meningkat dan suka makan makanan yang rasanya asam.
Emosi menjadi labil. Biasanya perempuan mudah uring-uringan, sensitif, dan perasaan negatif lainnya.
Mengalami kram perut (dismenorrhoe).
Kepala nyeri.
Pingsan.
Berat badan bertambah karena tubuh menyimpan air dalam jumlah yang banyak.
Pinggang terasa pegal.
Jika kita mengalami PMS, kita bisa melakukan hal-hal seperti di bawah ini:
Mengurangi makanan yang bergaram, seperti kentang goreng, kacang-kacangan dan makanan berbumbu, untuk mengurangi penahanan air berlebih.
Kurangi makanan yang berupa tepung, gula, kafein, dan coklat.
Tambahkan makanan yang mengandung kalsium dan vitamin C dosis tinggi, seminggu sebelum menstruasi.
Konsumsi makanan berserat dan perbanyak minum air putih.
Jika menstruasi cukup banyak mengeluarkan darah, perbanyak makan makanan atau suplemen yang mengandung zat besi agar terhindar dari anemia.
Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengatasi sakit perut sewaktu menstruasi, yaitu:
Kompres dengan botol panas (hangat) pada bagian yang terasa kram (bisa di perut atau pinggang bagian belakang).
Mandi air hangat, boleh juga menggunakan aroma terapi untuk menenangkan diri.
Minum minuman hangat yang mengandung kalsium tinggi.
Mengosok-gosok perut atau pinggang yang sakit.
Ambil posisi menungging sehingga rahim tergantung ke bawah. Hal tersebut dapat membantu relaksasi.
Tarik nafas dalam-dalam secara perlahan untuk relaksasi.
Obat-obatan yang digunakan harus berdasarkan pengawasan dokter. Boleh minum analgetik (penghilang rasa sakit) yang banyak dijual di toko obat, asalkan dosisnya tidak lebih dari 3 kali sehari.
Gangguan menstruasi lainnya, yaitu Amenorrhoe atau tidak mendapatkan haid sama sekali. Ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebabnya, yaitu:
Disebut dengan Hymen imperforata, yaitu selaput dara tidak berlubang sehingga darah menstruasi terhambat untuk keluar. Biasanya keadaan tersebut diketahui bila si perempuan sudah waktunya mens tetapi belum mendapatkannya. Dia mengeluh sakit perut setiap bulan. Hal itu bisa diatasi dengan operasi untuk melubangi selaput daranya.
Menstruasi anovulatoire, yaitu rangsangan hormon-hormon yang tidak mencukupi untuk membentuk lapisan dinding rahim hingga tidak terjadi haid atau hanya sedikit. Kurangnya rangsangan hormon ini menyebabkan endometrium tidak terbentuk dan keadaan ini menyebabkan perempuan tidak mengalami masa subur karena sel telur tidak terbentuk. Pengobatannya adalah dengan terapi hormon.
Amenorrhoea sekunder, biasanya penderita sudah pernah mens sebelumnya. Hal tersebut diakibatkan oleh berbagai keadaan seperti hipotensi, anemia, infeksi, atau kelemahan kondisi tubuh secara umum. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh stres psikologis. Apabila terjadi kondisi tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.
Haid merupakan situasi normal bagi setiap perempuan. Memasuki masa remaja, anak-anak perempuan biasanya mulai mendapat haid. Hal ini membuktikan seorang remaja telah berubah menjadi wanita dewasa.
Dengan datangnya haid, menandakan bahwa fungsi tubuh mereka berjalan dengan normal. Masa-masa ini dikenal dengan masa pubertas. Selama masa ini berlangsung, otak melepaskan hormon yang menstimulasi indung telur (ovarium) untuk memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Kedua hormon kemudian akan mematangkan sel telur sehingga terjadi menstruasi atau kehamilan jika ada pembuahan.
Ovarium melepaskan satu sel telur setiap bulannya (ovulasi) yang biasanya terjadi selama 12 hingga 16 hari sebelum haid berikutnya. Menjelang proses ovulasi, suplai darah ke ovarium meningkat dan ligamen berkontraksi untuk mendorong ovarium lebih dekat dengan tuba falopi, sehingga sel telur pun lebih mudah untuk menemukan jalan ke tuba falopi lalu bergerak menuju ke rahim. Lapisan rahim mulai menebal dan dindingnya melunak. Jika tidak terjadi pembuahan, darah dan jaringan yang membuat dinding rahim menebal tidak terpakai luruh dan keluar melalui liang vagina. Siklus ini normalnya terjadi setiap bulan dan berhenti setelah ovarium tidak lagi melepaskan sel telur, masa ini disebut juga masa menopouse.
Jika Anda ingin mengandung, peluang terjadinya kehamilan cukup besar jika hubungan seksual dilakukan pada sekitar masa ovulasi.
DISMENOREA atau yang lebih dikenal dengan nyeri haid adalah keluhan yang sering dialami wanita pada bagian perut bawah. Nyeri haid merupakan penyakit yang sudah cukup lama dikenal. Nyeri yang dirasakan saat haid tidak hanya terjadi pada bagian perut bawah saja. Beberapa remaja perempuan kerap merasakannya pada punggung bagian bawah, pinggang, panggul otot paha atas hingga betis.
Rasa yang tidak nyaman ini disebabkan oleh kontraksi otot perut yang intens saat mengeluarkan darah. Kontraksi yang sangat intens ini kemudian menyebabkan otot menegang. Ketegangan otot ini tidak hanya terjadi pada otot perut, tetapi juga otot-otot penunjang otot perut yang terdapat di bagian punggung bawah, pinggang, panggul, paha hingga betis. Gangguan nyeri haid ini sifatnya subyektif. Para ahli membagi dismonera menjadi dua bagian. Dismonera primer dan skunder.
Dismenorea Primer
Dismenorea primer adalah nyeri haid yang ditemui tanpa adanya kelainan pada alat kandungan. Biasanya terjadi setelah 12 bulan atau lebih sejak menarche (haid yang pertama kali). Penyebab dismenorea primer, antara lain, faktor kejiwaan, faktor konstitusi, faktor endokrin/hormonal dan faktor alergi.
Cara mengatasi nyeri hais primer adalah dengan mencari informasi yang jelas tentang dismenorea. Kemudian berikan obat analgetik (pengurang rasa sakit). Obat pengurang rasa sakit bisa didapatkan di apotek/toko obat terdekat. Selanjutnya, lakukan terapi hormonal. Terapi ini bertujuan untuk menekan ovulasi (keluarnya ovum/sel telur dari ovarium/kandung telur). Terapi ini hanya bersifat sementara untuk memastikan bahwa gangguan benar-benar tidak ada pada alat kandungan.
Selain cara-cara tersebut, masih ada cara lain yang cukup mujarab untuk dicoba. Meski tidak seketika hilang, nyeri haid bisa dikurangi dengan cara-cara sebagai berikut:
Suhu panas merupakan ramuan tua yang patut dicoba. Gunakan heating pad (bantal pemanas), kompres handuk atau botol berisi air panas di perut dan punggung bawah serta minum minuman yang hangat. Mandi air hangat juga dapat membantu.
Tidur dan istirahat yang cukup, serta olahraga teratur (termasuk banyak jalan). Beberapa wanita mencapai keringanan melalui olahraga, yang tidak hanya mengurangi stres tapi juga meningkatkan produksi endorfin otak, penawar sakit alami tubuh. Tidak ada pembatasan aktivitas selama haid.
Pada kasus yang sangat jarang dan ekstrim, diperlukan eksisi pada saraf uterus. Sebuah terapi alternatif, yaitu visualisasi-konsentrasi pada warna sakit sampai mencapai penguasaan atasnya-dapat membantu mengurangi nyeri haid.
Sebagai tambahan, aroma terapi dan pemijatan dapat mengurangi rasa tidak nyaman. Pijatan yang ringan dan melingkar dengan telunjuk pada perut bagian bawah akan membantu mengurangi nyeri haid. Mendengarkan musik, membaca buku atau menonton film juga dapat menolong.
Dismenorea Skunder
Dismenorea skunder berhubungan dengan penyakit/kelainan pada alat kandungan. Nyeri dapat terasa sebelum, selama, dan sesudah haid. Penyebab terjadinya dismenorea skunder, antara lain:
Salpingitis kronis, yaitu infeksi yang lama pada saluran penghubung rahim/uterus dengan kandung telur/ovarium. Pengobatannya dengan antibiotika dan anti radang.
Endometrium yang sangat berpengaruh terhadap hormon wanita. Normalnya, sel endometrium rahim akan menebal selama siklus kewanitaan berlangsung agar nantinya siap untuk menerima hasil pembuahan antara sel telur dan sperma. Bila sel telur tidak mengalami pembuahan, sel endometrium yang menebal akan meluruh dan keluar sebagai darah menstruasi.
Pada endometriosis, sel endometrium yang semula berada dalam rahim akan berpindah dan tumbuh di luar kandung rahim. Sel ini bisa saja tumbuh dan berpindah ke ovarium, saluran telur (tuba fallopi), belakang rahim, liga bahkan dapat sampai ke usus dan kandung kencing. Sel endometrium ini memiliki respons yang sama seperti sel endometrium pada rahim dan sangat berpengaruh terhadap hormon kewanitaan. Pada saat menstruasi berlangsung, sel-sel endometrium yang berpindah ini akan mengelupas dan menimbulkan perasaan nyeri di sekitar panggul.
Dismenore sekunder ditangani dengan mengidentifikasi dan mengobati sebab dasarnya. Perempuan disarankan mengonsumsi antibiotik atau obat lain tergantung pada kondisi tertentu.
Autisme adalah suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitive, aktivitas dan minat yang obsesif. (Baron-Cohen, 1993). Menurut Power (1989) karakteristik anak dengan autisme adalah adanya 6 gangguan dalam bidang:
Gejala ini mulai tampak sejak lahir atau saat masih kecil; biasanya sebelum anak berusia 3 tahun.
Autisme dalam Data Statistical Manual R-IV merupakan salah satu dari lima jenis gangguan dibawah payung PDD (Perpasive Development Disorder) di luar ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan ADD (Attention Deficit Disorder). Gangguan perkembangan perpasiv (PDD) adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan beberapa kelompok gangguan perkembangan di bawah (umbrella term) PDD, yaitu:
Autistic Disorder (Autism) Muncul sebelum usia 3 tahun dan ditunjukkan adanya hambatan dalam interaksi sosial, komunikasi dan kemampuan bermain secara imaginatif serta adanya perilaku stereotip pada minat dan aktivitas.
Asperger’s Syndrome Hambatan perkembangan interaksi sosial dan adanya minat dan aktivitas yang terbatas, secara umum tidak menunjukkan keterlambatan bahasa dan bicara, serta memiliki tingkat intelegensia rata-rata hingga di atas rata-rata.
Pervasive Developmental Disorder – Not Otherwise Specified (PDD-NOS) Merujuk pada istilah atypical autism, diagnosa PDD-NOS berlaku bila seorang anak tidak menunjukkan keseluruhan kriteria pada diagnosa tertentu (Autisme, Asperger atau Rett Syndrome).
Rett’s Syndrome Lebih sering terjadi pada anak perempuan dan jarang terjadi pada anak laki-laki. Sempat mengalami perkembangan yang normal kemudian terjadi kemunduran/kehilangan kemampuan yang dimilikinya; kehilangan kemampuan fungsional tangan yang digantikan dengan gerakkan-gerakkan tangan yang berulang-ulang pada rentang usia 1 – 4 tahun.
Childhood Disintegrative Disorder (CDD) Menunjukkan perkembangan yang normal selama 2 tahun pertama usia perkembangan kemudian tiba-tiba kehilangan kemampuan-kemampuan yang telah dicapai sebelumnya.
Diagnosa Perpasive Develompmental Disorder Not Otherwise Specified (PDD – NOS) umumnya digunakan atau dipakai di Amerika Serikat untuk menjelaskan adanya beberapa karakteristik autisme pada seseorang (Howlin, 1998: 79). National Information Center for Children and Youth with Disabilities (NICHCY) di Amerika Serikat menyatakan bahwa Autisme dan PDD – NOS adalah gangguan perkembangan yang cenderung memiliki karakteristik serupa dan gejalanya muncul sebelum usia 3 tahun. Keduanya merupakan gangguan yang bersifat neurologis yang mempengaruhi kemampuan berkomunikasi, pemahaman bahasa, bermain dan kemampuan berhubungan dengan orang lain. Ketidakmampuan beradaptasi pada perubahan dan adanya respon-respon yang tidak wajar terhadap pengalaman sensoris seringkali juga dihubungkan pada gejala autisme.
Diagnosa Autisme Sesuai DSM IV
A. Interaksi Sosial (minimal 2):
Tidak mampu menjalin interaksi sosial non verbal: kontak mata, ekspresi muka, posisi tubuh, gerak-gerik kurang tertuju
Kesulitan bermain dengan teman sebaya
Tidak ada empati, perilaku berbagi kesenangan/minat
Kurang mampu mengadakan hubungan sosial dan emosional 2 arah
B. Komunikasi Sosial (minimal 1):
Tidak/terlambat bicara, tidak berusaha berkomunikasi non verbal
Bisa bicara tapi tidak untuk komunikasi/inisiasi, egosentris
Bahasa aneh & diulang-ulang/stereotip
Cara bermain kurang variatif/imajinatif, kurang imitasi social
C. Imaginasi, berpikir flesibel dan bermain imaginatif (minimal 1):
Mempertahankan 1 minat atau lebih dengan cara yang sangat khas dan berlebihan, baik intensitas dan fokusnya
Terpaku pada suatu kegiatan ritualistik/rutinitas yang tidak berguna
Ada gerakan-gerakan aneh yang khas dan berulang-ulang. Seringkali sangat terpukau pada bagian-bagian tertentu dari suatu benda
Gejala autisme dapat sangat ringan (mild), sedang (moderate) hingga parah (severe), sehingga masyarakat mungkin tidak menyadari seluruh keberadaannya. Parah atau ringannya gangguan autisme sering kemudian di-paralel-kan dengan keberfungsian. Dikatakan oleh para ahli bahwa anak-anak dengan autisme dengan tingkat intelegensi dan kognitif yang rendah, tidak berbicara (nonverbal), memiliki perilaku menyakiti diri sendiri, serta menunjukkan sangat terbatasnya minat dan rutinitas yang dilakukan maka mereka diklasifikasikan sebagai low functioning autism. Sementara mereka yang menunjukkan fungsi kognitif dan intelegensi yang tinggi, mampu menggunakan bahasa dan bicaranya secara efektif serta menunjukkan kemampuan mengikuti rutinitas yang umum diklasifikasikan sebagai high functioning autism. Dua dikotomi dari karakteristik gangguan sesungguhnya akan sangat berpengaruh pada implikasi pendidikan maupun model-model treatment yang diberikan pada para penyandang autisme. Kiranya melalui media ini penulis menghimbau kepada para ahli dan paktisi di bidang autisme untuk semakin mengembangkan strategi-strategi dan teknik-teknik pengajaran yang tepat bagi mereka. Apalagi mengingat fakta dari hasil-hasil penelitian terdahulu menyebutkan bahwa 80% anak dengan autisme memiliki intelegensi yang rendah dan tidak berbicara atau nonverbal. Namun sekali lagi, apapun diagnosa maupun label yang diberikan prioritasnya adalah segera diberikannya intervensi yang tepat dan sungguh-sungguh sesuai dengan kebutuhan mereka.
Referensi baku yang digunakan secara universal dalam mengenali jenis-jenis gangguan perkembangan pada anak adalah ICD (International Classification of Diseases) Revisi ke-10 tahun 1993 dan DSM (Diagnostic And Statistical Manual) Revisi IV tahun 1994 yang keduanya sama isinya. Secara khusus dalam kategori Gangguan Perkembangan Perpasiv (Perpasive Developmental Disorder/PDD): Autisme ditunjukkan bila ditemukan 6 atau lebih dari 12 gejala yang mengacu pada 3 bidang utama gangguan, yaitu: Interaksi Sosial – Komunikasi – Perilaku.
Autisme sebagai spektrum gangguan maka gejala-gejalanya dapat menjadi bukti dari berbagai kombinasi gangguan perkembangan. Bila tes-tes secara behavioral maupun komunikasi tidak dapat mendeteksi adanya autisme, maka beberapa instrumen screening yang saat ini telah berkembang dapat digunakan untuk mendiagnosa autisme:
Childhood Autism Rating Scale (CARS): skala peringkat autisme masa kanak-kanak yang dibuat oleh Eric Schopler di awal tahun 1970 yang didasarkan pada pengamatan perilaku. Alat menggunakan skala hingga 15; anak dievaluasi berdasarkan hubungannya dengan orang, penggunaan gerakan tubuh, adaptasi terhadap perubahan, kemampuan mendengar dan komunikasi verbal
The Checklis for Autism in Toddlers (CHAT): berupa daftar pemeriksaan autisme pada masa balita yang digunakan untuk mendeteksi anak berumur 18 bulan, dikembangkan oleh Simon Baron Cohen di awal tahun 1990-an.
The Autism Screening Questionare: adalah daftar pertanyaan yang terdiri dari 40 skala item yang digunakan pada anak dia atas usia 4 tahun untuk mengevaluasi kemampuan komunikasi dan sosial mereka
The Screening Test for Autism in Two-Years Old: tes screening autisme bagi anak usia 2 tahun yang dikembangkan oleh Wendy Stone di Vanderbilt didasarkan pada 3 bidang kemampuan anak, yaitu; bermain, imitasi motor dan konsentrasi.
Diagnosa yang akurat dari Autisme maupun gangguan perkembangan lain yang berhubungan membutuhkan observasi yang menyeluruh terhadap: perilaku anak, kemampuan komunikasi dan kemampuan perkembangan lainnya. Akan sangat sulit mendiagnosa karena adanya berbagai macam gangguan yang terlihat. Observasi dan wawancara dengan orang tua juga sangat penting dalam mendiagnosa. Evaluasi tim yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu memungkinkan adanya standardisasi dalam mendiagnosa. Tim dapat terdiri dari neurolog, psikolog, pediatrik, paedagog, patologis ucapan/kebahasaan, okupasi terapi, pekerja sosial dan lain sebaginya.
Gejala
Anak dengan autisme dapat tampak normal di tahun pertama maupun tahun kedua dalam kehidupannya. Para orang tua seringkali menyadari adanya keterlambatan kemampuan berbahasa dan cara-cara tertentu yang berbeda ketika bermain serta berinteraksi dengan orang lain. Anak-anak tersebut mungkin dapat menjadi sangat sensitif atau bahkan tidak responsif terhadap rangsangan-rangasangan dari kelima panca inderanya (pendengaran, sentuhan, penciuman, rasa dan penglihatan). Perilaku-perilaku repetitif (mengepak-kepakan tangan atau jari, menggoyang-goyangkan badan dan mengulang-ulang kata) juga dapat ditemukan. Perilaku dapat menjadi agresif (baik kepada diri sendiri maupun orang lain) atau malah sangat pasif. Besar kemungkinan, perilaku-perilaku terdahulu yang dianggap normal mungkin menjadi gejala-gejala tambahan. Selain bermain yang berulang-ulang, minat yang terbatas dan hambatan bersosialisasi, beberapa hal lain yang juga selalu melekat pada para penyandang autisme adalah respon-respon yang tidak wajar terhadap informasi sensoris yang mereka terima, misalnya; suara-suara bising, cahaya, permukaan atau tekstur dari suatu bahan tertentu dan pilihan rasa tertentu pada makanan yang menjadi kesukaan mereka.
Beberapa atau keseluruhan karakteristik yang disebutkan berikut ini dapat diamati pada para penyandang autisme beserta spektrumnya baik dengan kondisi yang teringan hingga terberat sekalipun.
Hambatan dalam komunikasi, misal: berbicara dan memahami bahasa.
Kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain atau obyek di sekitarnya serta menghubungkan peristiwa-peristiwa yang terjadi.
Bermain dengan mainan atau benda-benda lain secara tidak wajar.
Sulit menerima perubahan pada rutinitas dan lingkungan yang dikenali.
Gerakkan tubuh yang berulang-ulang atau adanya pola-pola perilaku yang tertentu
Para penyandang Autisme beserta spektrumnya sangat beragam baik dalam kemampuan yang dimiliki, tingkat intelegensi, dan bahkan perilakunya. Beberapa diantaranya ada yang tidak ‘berbicara’ sedangkan beberapa lainnya mungkin terbatas bahasanya sehingga sering ditemukan mengulang-ulang kata atau kalimat (echolalia). Mereka yang memiliki kemampuan bahasa yang tinggi umumnya menggunakan tema-tema yang terbatas dan sulit memahami konsep-konsep yang abstrak. Dengan demikian, selalu terdapat individualitas yang unik dari individu-individu penyandangnya.
Terlepas dari berbagai karakteristik di atas, terdapat arahan dan pedoman bagi para orang tua dan para praktisi untuk lebih waspasa dan peduli terhadap gejala-gejala yang terlihat. The National Institute of Child Health and Human Development (NICHD) di Amerika Serikat menyebutkan 5 jenis perilaku yang harus diwaspadai dan perlunya evaluasi lebih lanjut :
Anak tidak bergumam hingga usia 12 bulan
Anak tidak memperlihatkan kemampuan gestural (menunjuk, dada, menggenggam) hingga usia 12 bulan
Anak tidak mengucapkan sepatah kata pun hingga usia 16 bulan
Anak tidak mampu menggunakan dua kalimat secara spontan di usia 24 bulan
Anak kehilangan kemampuan berbahasa dan interaksi sosial pada usia tertentu
Adanya kelima ‘lampu merah’ di atas tidak berarti bahwa anak tersebut menyandang autisme tetapi karena karakteristik gangguan autisme yang sangat beragam maka seorang anak harus mendapatkan evaluasi secara multidisipliner yang dapat meliputi; Neurolog, Psikolog, Pediatric, Terapi Wicara, Paedagog dan profesi lainnya yang memahami persoalan autisme.
Sindrom Asperger (bahasa Inggris: Asperger syndrome, Asperger’s syndrome, Asperger’s disorder, Asperger’s atau AS) adalah salah satu gejala autisme di mana para penderitanya memiliki kesulitan dalam berkomunikasi dengan lingkungannya, sehingga kurang begitu diterima. Sindrom ini ditemukan oleh Hans Asperger pada tahun 1944. Sindrom Asperger dibedakan dengan gejala autisme lainnya dilihat dari kemampuan linguistik dan kognitif para penderitanya yang relatif tidak mengalami penurunan, bahkan dengan IQ yang relatif tinggi atau rata-rata (ini berarti sebagian besar penderita sindrom Asperger bisa hidup secara mandiri, tidak seperti autisme lainnya). Sindrom Asperger juga bukanlah sebuah penyakit mental.
Ketika orang berbicara, umumnya mereka menggunakan bahasa tubuh seperti senyuman dan komunikasi nonverbal lainnya, dan juga kata-kata yang dikeluarkan oleh mereka cenderung memiliki lebih dari satu buah makna. Seorang penderita sindrom Asperger memiliki kesulitan untuk memahami bentuk-bentuk komunikasi non-verbal serta kata-kata yang memiliki banyak arti seperti itu, dan mereka hanya memahami apa arti kata tersebut, seperti yang ia pahami di dalam kamus. Para penderita sindrom Asperger tidak mengetahui bagaimana memahami ironi, sarkasme, dan penggunaan bahasa slang, apalagi memahami mimik muka/eskpersi orang lain. Mereka juga tidak tahu bagaimana caranya untuk bersosialisasi dengan orang lain dan cenderung menjadi pemalu.
Para dokter melihat sindrom Asperger sebagai sebuah bentuk autisme. Seringnya, disebut sebagai “autisme yang memiliki banyak fungsi/high-functioning autism”. Hal ini berarti setiap penderita sindrom Asperger terlihat seperti halnya bukan seorang autis, tetapi ketika dilihat, otak mereka bekerja secara berbeda dari orang lain. Para dokter juga sering mengambil kesimpulan yang salah mengenai sindrom Asperger setelah mendiagnosis penderitanya, dan memvonisnya sebagai pengidap skizofrenia, ADHD, sindrom Tourette atau kelainan mental lainnya.
Bagian otak yang memiliki kaitan untuk melakukan hubungan sosial dengan orang lain juga sebenarnya mengontrol bagaimana tubuh bergerak dan juga keseimbangan tubuh. Karena itu, seorang penderita sindrom Asperger mungkin mengalami masalah yang melibatkan pergerakan tubuh, seperti halnya olah raga, atau bahkan jalan kaki, yang terkadang sering terpeleset. Mereka juga memiliki kebiasaan grogi/nervous.
Para penderita sindrom Asperger cenderung lebih baik dibandingkan orang-orang lain dalam beberapa hal seperti matematika dan hitung-hitungan, tulisan serta pemrograman komputer. Banyak Penderita sindrom Asperger memiliki cara penulisan yang lebih baik dibandingkan dengan cara mereka berbicara dengan orang lain. Mereka juga memiliki sebuah minat yang khusus yang mereka tekuni dan bahkan mereka menekuninya sangat detail, serta mereka justru menemukan hal-hal kecil yang orang lain sering melewatkannya.
TIPE AUTIS ADA 2 MACAM :
Autis pada umumnya dapat di golongkan dalam 2 tipe autis, yaitu low functioning (IQ rendah) atau high functioning (IQ tinggi).Jumlah penderita autis low functioning jauh lebih banyak.
1. Penderita autis low functioning masih bisa masuk SLB. Tetapi untuk anak autis yang benar-benar low functioning, ia tidak akan dapat mengenal huruf dan membaca. Jadi, tuntutannya tidak usah kesana, tetapi ajarkan kemandirian. Seperti mandi sendiri, tahu cara menggunakan sabun, menggosok gigi, dst yang bersifat basic lifes skill.
2. Untuk anak autis high functioning bisa disebut asperger disorder. Komunikasinya baik, tetapi ia kurang berinteraksi sosial. Anaknya pintar, sangat senang dan berminat pada satu bidang, tapi tidak bisa bersosialisasi. Bahayanya, potensi ini tidak akan keluar karena dia akan terlihat seperti anak yang tidak bisa diam. Diberi tugas tidak akan diselesaikan, sedangkan di sekolah harus mengikuti aturan-aturan umum dan baku. Jadi, untuk dapat membesarkan anak autis, kelapangan hati menjadi modal utama. Jangan tuntut banyak darinya, tetapi bersyukurlah saat ia mulai bisa memenuhi kebutuhannya sendiri.
GANGGUAN PADA ANAK AUTISME :
Gangguan Komunikasi :
1. Terlambat bicara 2. Tak ada usaha untuk komunikasi non verbal dengan bahasa tubuh 3. Meracau dengan bahasa yang tidak dapat dimengerti 4. Membeo (echolalia) 5. Tak memahami pembicaraan orang lain
Gangguan Interaksi :
1. Tak mau menatap mata 2. Dipanggil tak menengok 3. Tak mau bermain dengan teman sebaya, lebih asyik main sendiri 4. Tidak ada empati
Gangguan Perilaku :
1. Cuek terhadap lingkungan 2. Asyik dengan dunianya sendiri 3. Semau-maunya, tidak mau diatur 4. Perilaku tak terarah, mondar-mandir, lari-lari, manjat-manjat, berputar-putar, lompat-lompat, ngepak-ngepak tangan dan teriak-teriak 5. Agresif atau menyakiti diri sendiri 6. Melamun/bengong, terpukau pada benda berputar atau benda yang bergerak 7. Kelekatan pada benda tertentu 8. Perilaku yang ritualistik
Gangguan Emosi :
1. Tertawa, menangis, marah-marah sendiri tanpa sebab 2. Emosi tak terkendali : temper tantrum bila tak terkabul keinginannya 3. Rasa takut yang tidak wajar
Gangguan Persepsi Sensoris :
1. Menjilat-jilat benda 2. Mencium-cium benda 3. Menutup telinga bila mendengar suara keras dengan nada tertentu 4. Tak suka memakai baju dengan bahan yang kasar 5. Sangat tahan terhadap rasa sakit
Beberapa dari kita mungkin pernah digigit nyamuk, lalu sembuh dengan sendirinya namun meninggalkan bekas di kulit. Bekas ini mengalami hiperpigmentasi sehingga berwarna lebih gelap dari kulit sekelilingnya dan terlihat seperti noda. Bekas hitam ini biasanya dialami oleh orang-orang dengan pigmen berlebih, seperti orang berkulit hitam atau sawo matang—walau tak menutup kemungkinan orang berkulit terang mengalaminya. Ada beberapa cara untuk menghilangkan bekas-bekas hitam ini, atau setidaknya menyamarkan:
1. Jus lemon
Cairan lemon adalah pemutih alami. Caranya, perasan lemon atau jus lemon diteteskan ke bekas hitam luka atau bekas gigitan nyamuk. Biarkan selama 10-15 menit, lalu bilas air hangat. Ulangi proses 2 – 3 kali sehari agar hasil optimal. Biasanya hasil terlihat selama 2 minggu. Jangan biarkan cairan lemon di kulit lebih 15 menit karena cairan ini sangat asam, dan dapat membuat kulit iritasi atau terbakar. Namun biasanya proses ini cukup efektif dan banyak menolong, termasuk untuk bekas yang telah mendekam di kulit bertahun-tahun. Jus lemon ini dapat juga digunakan untuk menghilangkan bekas hitam-hitam dari jerawat di muka. Caranya, jus lemon dicampur dengan jus mentimun , lalu dioleskan ke bagian hitam-hitam bekas jerawat selama 10-15 menit, kemudian dibilas dengan air hangat. Lakukan rutin tiap malam, hingga bekas noda jerawat lenyap atau tersamarkan.
2. Minyak Vitamin E
Gosokkan minyak vitamin E ke kulit yang ada bintik hitamnya. Lakukan malam hari sebelum tidur dan cuci dengan air keesokan hari. Lakukan rutin hingga bekas menghilang. Minyak vitamin E dapat diperoleh dari kapsul vitamin E, yang lalu dikupas dan dibelah. Menurut banyak testimoni, proses ini sangat efektif seperti jus lemon dan banyak menolong menyamarkan bintik hitam bekas gigitan nyamuk. Namun perlu diperhatikan, bahwa menurut penelitian, vitamin E tidak efektif mengatasi luka parut yang berat.
Untuk hasil yang paling efektif, usahakan dosis Vitamin E yang digunakan paling kecil 500 i.u. Lebih besar dosisnya lebih baik, seperti 15000 i.u. Tapi dosis tinggi ini biasanya tidak terlalu murah. Dosis 15000 i.u. yang digunakan pada kulit akan memberi hasil yang terlihat dalam beberapa hari. Untuk dosis 500 i.u atau kurang, bisa digunakan bersama jeruk lemon untuk hasil optimal.
3. Lidah buaya
Bersyukurlah bila di halaman rumah Anda ada tanaman lidah buaya. Gosokkan gel lidah buaya ke kulit yang mengalami bekas hitam gigitan nyamuk, lalu diamkan selama mungkin (hingga 8 jam). Selama selang 8 jam itu, ulangi perlakuan bila diperlukan. Tak hanya bekas nyamuk, bekas luka yang menghitam di kulit dan pun dapat diatasi sangat efektif dengan lidah buaya, terutama bila dilakukan secara rutin.
4. Minyak Lavender
Minyak lavender tak hanya untuk relaksasi. Oleskan minyak lavender ke bekas hitam gigitan nyamuk dan biarkan hingga 15 – 20 menit lalu bilas air. Lakukan 2 – 3 kali per hari sesuai keperluan.
5. Shea Butter
Shea butter adalah cairan dari buah Shea dari Afrika—namun tenang saja, shea butter telah cukup banyak beredar di Indonesia baik dalam campuran produk-produk kecantikan atau bentuk murni. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa shea butter dapat mengurangi 30% melanin pada kulit yang mengalami bintik hitam (ezine.com). Banyak testimoni menyatakan keberhasilan shea butter menyamarkan sampai melenyapkan bintik hitam kulit baik disebabkan oleh gigitan nyamuk, luka, atau bekas cacar/chicken pox.
6. Bengkoang
Bengkoang memiliki efek alami dapat menghilangkan bintik hitam kulit. Haluskan bengkoang lalu usapkan pada bekas gigitan nyamuk, biarkan selama mungkin di kulit.
7. Jus Kentang
Kentang memiliki efek pemutih alami. Buatlah jus kentang lalu usapkan pada bekas gigitan nyamuk, biarkan selama mungkin di kulit.
8. Teh hijau
Teh hijau dipercaya memiliki efek dapat menghilangkan noda-noda hitam di kulit. Walau belum ada penelitian yang membuktikan, tak ada salahnya dicoba. Seduh teh hijau dengan air hangat, biarkan 5-10 menit hingga polifenolnya benar-benar larut, kemudian usapkan ke bintik hitam kulit. Tapi perlu dicatat, gunakan teh hijau seduh yang asli yang TIDAK menggunakan gula dan pengawet, karena keduanya dapat mengurangi khasiat dari teh hijau.
9. Lobak
Potong-potong lobak sekecil mungkin, lalu rendam dalam susu selama setengah jam. Lobak yang telah direndam lalu diusapkan ke bekas hitam gigitan nyamuk kulit.
10. Kulit pisang atau semangka
Setelah makan pisang jangan buang kulitnya, usapkan ke bekas hitam gigitan nyamuk. Demikian pula dengan semangka. Setelah makan semangka, sisa berupa lapisan luarnya yang keras diusapkan ke bekas hitam gigitan nyamuk, lalu bilas dengan air dingin.
11. Salep kortikosteroid
Beberapa salep kortikosteroid harus dibeli dengan resep dokter, tapi ada juga yang tidak. Salep LocasalenTM misalnya, dapat dibeli bebas di apotek untuk menghilangkan bekas hitam gigitan nyamuk .
Tips tambahan yang perlu dilakukan :
• Jangan biarkan kulit berpanas-panas di bawah matahari tanpa perlindungan, karena matahari membuat melanin lebih banyak berproduksi dan memperparah noda hitam kulit. Gunakan sunblock atau setidaknya gunakan baju berlengan panjang • Sebaiknya lakukan exfoliasi atau scrub pada kulit seminggu sekali untuk merangsang pembentukan sel kulit baru dan menghilangkan sel-sel mati. Cara murah exfoliasi : masak air hingga mendidih, tuang ke wadah, lalu kulit kita yang bermasalah dipaparkan pada asap yang dihasilkan dari air mendidih itu selama sekitar 15 – 20 menit. • Olahraga minimal seminggu sekali juga dapat mempercepat regenerasi kulit untuk ini.